Kita hidup di zaman dimana teknologi telah menjadi bagian dalam kehidupan kita yang tak terpisahkan. Bahkan bisa dikatakan bahwa manusia hari ini telah sangat bergantung kepada teknologi dalam menjalani kehidupannya. Diantara teknologi yang paling berpengaruh terhadap perubahan gaya hidup manusia adalah internet. Teknologi ini yang kemudian mempengaruhi manusia dalam mendapatkan informasi dan juga cara berkomunikasi.
Kemajuan teknologi komunikasi tentunya telah membawa hal yang positif dalam kehidupan manusia. Dengannya kita bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa terkendala oleh jarak dan waktu. Kita bisa menjalin silaturahmi dengan orang tua kita, saudara, kerabat, dan teman sejawat tanpa perlu mengeluarkan biaya yang besar. Kita juga bisa mendapatkan informasi atau bahkan pengetahuan apapun yang kita inginkan dan yang ingin kita pelajari tanpa harus bersusah payah hadir di sekolah atau kampus, hanya cukup dengan membuka gawai atau laptop atau komputer, lalu mengikutinya sambil bersantai di rumah. Ada juga orang yang memanfaatkan teknologi komunikasi ini untuk mencari nafkah hanya dengan bermodalkan gadgetnya.Dulu di tahun 2000-an, awal munculnya telepon genggam, harganya masih tinggi, hanya orang atau kalangan tertentu saja yang mampu memilikinya. Telepon genggam masih dianggap sebagai barang mewah. Tapi hari ini hal itu telah berubah, telepon genggam genggam seolah-olah telah menjadi barang yang murah, bahkan terkesan telah menjadi barang kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap orang, bukan hanya kalangan orang dewasa, bahkan kalangan anak kecil sekalipun atau lebih parahnya lagi balita, mereka sudah terbiasa memegang gadget. Tidak jarang kita melihat hari-harinya ditemani oleh gadget bahkan sampai kecanduan gadget.
Hari ini kita juga menyadari bahwa teknologi itu hanyalah sebuah alat yang mana bisa digunakan untuk hal positif, tapi bisa juga negatif. Bisa membawa manfaat yang besar jika digunakan untuk kebaikan, tapi bisa juga membawa keburukan dan kerusakan untuk kehidupan manusia itu sendiri, ibarat dua mata pisau. Tentunya semua itu kembali kepada orang yang menggunakannya. Contoh yang terjadi hari ini, dengan berkembangnya media sosial yang merupakan salah satu alat untuk berkomunikasi dan berbagi informasi adalah kita bisa dengan mudahnya mendapatkan berita atau informasi yang terkadang kita tidak tahu kebenarannya. Hari ini setiap orang bisa membuat informasi yang isinya penuh dengan kebohongan, fitnah, provokasi, adu domba lalu menyebarkannya kepada orang lain. Dan celakanya lagi orang yang menerima infromasi tersebut menelan mentah-mentah dan mempercayainya begitu saja, tanpa mengecek kebenarannya atau berpikir kritis dan menganalisisnya terlebih dahulu. Dan lebih celakanya lagi, dia pun ikut menyebarkannya kepada orang lain. Apa yang terjadi setelah itu, tentu saja kerusakan di tengah masyarakat. Maka kemajuan teknologi yang seharusnya menjadi sebuah nikmatpun telah berbalik menjadi adzab bagi manusia itu sendiri.
Lantas bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim dalam menyikapi fenomena ini?
Islam bukanlah agama yang kaku, yang melarang umatnya memanfaatkan setiap produk teknologi yang berkembang. Akan tetapi, Islam juga tidak memberikan kebebasan kepada umatnya secara mutlak untuk menggunakannya tanpa batasan halal dan haramnya. Tapi Islam mendorong agar kita lebih bijak dalam pemanfaatannya. Satu contoh dalam hal berita atau informasi yang diterima, Allah memerintahkan kepada kita agar tidak mempercayai begitu saja, akan tetapi hendaknya kita memeriksa terlebih dahulu kebenarannya, sebagaimana Allah telah berfirman dalam QS. Al Hujurat: 6:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡنَ ٦
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." QS. Al Hujurat: 6
Kesalahan mendapatkan informasi, maka akan berakibat pada meresponnya dan salah dalam mengambil keputusan dan tindakan, yang tentunya akan merugikan diri sendiri atau bahkan orang lain, ketika itu terjadi, maka yang tersisa adalah penyesalan, di dunia dia bisa dituntut oleh orang yang merasa dirugikan, diakhirat dia akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah yang tentunya akan lebih berat lagi.
Maka janganlah bermudah-mudahan dalam menyebarkan sebuar berita atau informasi, sebelum kita memastikan kebenarannya. Dan kalaupun itu adalah informasi yang benar, tapi tidak akan membawa manfaat, atau bahkan hanya akan menimbulkan madharat, maka tidak ada urgensinya untuk kita sebarluaskan, sehingga kita tidak masuk ke dalam orang-orang yang suka berdusta, sebagaimana sabda Rasul SAW:







0 comments:
Posting Komentar