Cari Blog Ini

Minggu, 07 September 2025

KHUTBAH TERSINGKAT TAPI PENUH MAKNA

 Ada seorang ulama yang masyhur di negara Tunisia, beliau bernama Muhammad at-Tahir bin 'Asyur (1879–1973), atau yang lebih dikenal dengan Ibnu 'Asyur, seorang ulama dan ahli tafsir terkemuka dari Tunisia yang terkenal dengan karya tafsirnya Al-Tahrir wa al-Tanwir dan bukunya tentang tujuan hukum Islam, Maqashid al-Shari'ah al-Islamiyyah. Ia seorang reformis yang mencoba menjembatani pengetahuan klasik dan modern, serta dikenal sebagai tokoh yang kokoh pada pendiriannya dan keberaniannya dalam membela kebenaran. Beliau adalah lulusan Universitas Ez-Zitouna di Tunisia, di mana ia belajar berbagai ilmu keislaman seperti fiqih, hadits, dan bahasa Arab.

Beliau seorang mufti  dan juga ulama yang dihormati. Ia terkenal karena menolak permintaan fatwa Habib Bourguiba (presiden Tunisia) yang membenarkan meninggalkan puasa di bulan Ramadhan karena mengganggu produktivitas. Dia menjawab dengan menyatakan "Diwajibkan bagimu untuk berpuasa", dan mengumumkan di radio, "Tuhan telah mengatakan kebenaran dan Bourguiba telah mengatakan kebohongan." Akibatnya, dia diberhentikan dari jabatannya. Walaupun demikian beliau tetap berdakwah untuk menyebarkan ilmu.

Suatu hari beliau menjadi khatib di masjid Jamiah Zaituniyah, dan sebelum beliau berangkat ke masjid, beliau berjalan melewati pasar terlebih dahulu. Sang syekh menembus jalan-jalan yang membentang di kota tua hingga sampai ke Universitas Al-A’zhom. Di sana ia melihat tabarruj (perhiasan/berhias berlebihan) para wanita yang didorong oleh sistem Bourguiba, yang telah berusaha memerangi hijab kemudian melarangnya melalui sebuah surat edaran resmi. Ibnu Asyur pun naik ke atas mimbar, untuk menyampaikan khutbahnya yang paling singkat dalam Sejarah. Beliau pun memulai khutbahnya dengan bertahmid dan membaca shalawat kepada Rasul, lalu memandang para jama’ah yang ada dihadapannya, dan berkata: “Perempuan siapa yang berjalan-jalan di pasar dengan bertabarruj ?” seketika itu terjadi keheningan di masjid. Lalu beliau pun duduk dan berdiri untuk khutbah kedua, lalu berkata: “Tidak ada kebaikan dalam shalat kalian sementara Perempuan-perempuan kalian membuka auratnya, dirikanlah shalat!” demikianlah beliau menyeru kepada kaum laki-laki agar berpegang teguh kepada ajaran Islam dan tidak mengikuti pemikiran kaum sekuler. Sungguh suatu pesan yang mendalam bagi kaum Muslimin, bahwa agama ini bukan hanya sebatas melaksanakan shalat semata, tapi juga kita diwajibkan untuk menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh, tidak dipilah-pilah sesuai dengan kehendak hawa nafsu kita. Semoga Allah memberikan pahala yang berlimpah kepada beliau atas usahanya dalam menyebarkan dakwah Islam.

 

0 comments:

Posting Komentar

SEJARAH BAITUL MAQDIS

Dari Penaklukan Islam hingga Realitas Kontemporer Pendahuluan Baitul Maqdis—yang dikenal juga sebagai Al-Quds atau Jerusalem—merupakan s...