Cari Blog Ini

Minggu, 11 Januari 2026

SEJARAH BAITUL MAQDIS

Dari Penaklukan Islam hingga Realitas Kontemporer

Pendahuluan

Baitul Maqdis—yang dikenal juga sebagai Al-Quds atau Jerusalem—merupakan salah satu kota paling tua dan paling diperebutkan dalam sejarah manusia. Kota ini memiliki kedudukan sakral bagi tiga agama samawi: Islam, Kristen, dan Yahudi. Dalam Islam, Baitul Maqdis menempati posisi istimewa sebagai kiblat pertama, tempat Isra’ Mi’raj, serta tanah para nabi. Sejak ditaklukkan oleh kaum Muslimin pada abad ke-7 M, kota ini mengalami pergantian kekuasaan yang panjang dan penuh dinamika hingga hari ini.

1. Penaklukan Baitul Maqdis oleh Kaum Muslimin (637 M)

a. Latar Belakang

Setelah wafatnya Rasulullah , ekspansi Islam berlanjut pada masa Khalifah Umar bin Khattab رضي الله عنه. Pasukan Muslim di bawah pimpinan Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah berhasil mengepung Jerusalem yang saat itu berada di bawah kekuasaan Romawi Bizantium.

Penduduk kota—mayoritas Nasrani—bersedia menyerahkan kota langsung kepada Khalifah Umar, bukan kepada panglima perang.

b. Perjanjian Umar (Al-‘Uhda al-‘Umariyyah)

Khalifah Umar datang langsung dari Madinah dan menandatangani perjanjian bersejarah yang menjamin:

  • Keamanan jiwa dan harta penduduk
  • Kebebasan beragama
  • Perlindungan gereja-gereja
  • Larangan pemaksaan agama

Peristiwa ini menjadi preseden toleransi beragama dalam sejarah dunia.

c. Awal Pemerintahan Islam

Umar membersihkan kawasan Masjid Al-Aqsha yang sebelumnya terbengkalai dan menetapkannya sebagai pusat ibadah kaum Muslimin. Sejak saat itu, Baitul Maqdis menjadi bagian integral dari dunia Islam.

2. Masa Dinasti Umayyah (661–750 M)

Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan, dibangun:

  • Kubah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock) pada tahun 691 M
  • Renovasi besar Masjid Al-Aqsha

Tujuan pembangunan ini bukan hanya religius, tetapi juga:

  • Menegaskan identitas Islam
  • Menjadikan Baitul Maqdis pusat peradaban
  • Menyaingi simbol-simbol Bizantium

Kota ini berkembang sebagai pusat ilmu, ibadah, dan administrasi.

3. Masa Dinasti Abbasiyah dan Kekuasaan Islam Lanjutan

Pada masa Abbasiyah:

  • Baitul Maqdis tetap berada di bawah kekuasaan Muslim
  • Kota mengalami beberapa kali gempa dan renovasi
  • Tetap terbuka bagi umat Kristen dan Yahudi

Meski perhatian politik Abbasiyah lebih terpusat di Baghdad, status keagamaan Al-Quds tidak pernah ditinggalkan.

4. Pendudukan Tentara Salib (1099–1187 M)

a. Penaklukan oleh Tentara Salib

Pada Perang Salib Pertama (1099 M), tentara Salib berhasil merebut Baitul Maqdis. Peristiwa ini diwarnai:

  • Pembantaian besar-besaran terhadap Muslim dan Yahudi
  • Masjid Al-Aqsha dijadikan istana dan markas militer
  • Kubah Shakhrah diubah menjadi gereja

Periode ini menjadi salah satu masa tergelap dalam sejarah kota.

b. Pembebasan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi (1187 M)

Pada 27 Rajab 583 H / 1187 M, Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan Baitul Maqdis setelah kemenangan di Perang Hattin.

Berbeda dengan tentara Salib:

  • Tidak ada pembantaian
  • Penduduk diberi amnesti
  • Tempat ibadah dikembalikan fungsinya

Pembebasan ini menjadi simbol keadilan dan akhlak Islam dalam perang.

5. Masa Dinasti Ayyubiyah dan Mamluk

Setelah Shalahuddin:

  • Kota dipelihara sebagai pusat keilmuan
  • Banyak madrasah, zawiyah, dan wakaf didirikan
  • Al-Aqsha menjadi pusat pendidikan Islam

Baitul Maqdis relatif stabil selama masa ini.

6. Masa Kekhalifahan Utsmaniyah (1517–1917)

Selama ±400 tahun, Baitul Maqdis berada di bawah kekuasaan Turki Utsmani.

Ciri utama periode ini:

  • Stabilitas politik
  • Perlindungan situs suci
  • Renovasi tembok kota oleh Sultan Sulaiman Al-Qanuni
  • Hubungan antaragama relatif damai

Utsmaniyah menjaga status quo tempat suci hingga runtuhnya kekhalifahan.

7. Masa Mandat Inggris (1917–1948)

Pada Perang Dunia I:

  • Inggris merebut Palestina dari Utsmani
  • Dikeluarkan Deklarasi Balfour (1917) yang mendukung pendirian “tanah air Yahudi”

Dampaknya:

  • Imigrasi besar-besaran Yahudi Eropa
  • Konflik dengan penduduk Arab Palestina
  • Melemahnya posisi umat Islam atas Baitul Maqdis

8. Pendudukan Israel dan Konflik Modern (1948–Sekarang)

a. 1948–1967

  • Yerusalem terbagi: Barat dikuasai Israel, Timur (termasuk Al-Aqsha) dikuasai Yordania

b. 1967 (Perang Enam Hari)

  • Israel menduduki Yerusalem Timur
  • Masjid Al-Aqsha berada di bawah pendudukan militer

c. Kondisi Kontemporer

Hingga hari ini:

  • Baitul Maqdis berada dalam konflik berkepanjangan
  • Akses umat Islam ke Al-Aqsha sering dibatasi
  • Upaya perubahan status quo terus terjadi
  • Kota menjadi simbol perlawanan dan identitas umat Islam Palestina

Penutup

Sejarah Baitul Maqdis adalah cermin perjalanan panjang umat manusia, khususnya umat Islam, dalam menjaga tanah suci, keadilan, dan kemanusiaan. Sejak ditaklukkan oleh Umar bin Khattab hingga hari ini, Baitul Maqdis tidak hanya menjadi isu geopolitik, tetapi juga amanah aqidah dan sejarah.

Bagi umat Islam, Baitul Maqdis bukan sekadar wilayah, melainkan warisan iman, peradaban, dan tanggung jawab sejarah yang terus hidup hingga akhir zaman.

 

 

0 comments:

Posting Komentar

Kumpulan Dalil Tentang Puasa Ramadhan

DALIL-DALIL TENTANG PUASA RAMADHAN A.      Dari Al Qur’an 1.         QS. Al Baqarah: 183 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْ...