Cari Blog Ini

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, Allah pahamkan terhadap agamanya

Ilmu itu sebelum perkataan dan perbuatan

Senin, 17 Agustus 2026

Kekuasaan yang seharga segelas air minum

 Diceritakan bahwa As-Sammak menemui Ar-Rasyid. Pada saat itu

Harun meminta air minum. Pelayannya datang membawa segelas air. Tatkala

Harun mengangkat gelas untuk diminum, As-Sammak berkata, “Tahanlah

Wahai Amirul Mukminin, andaikata orang-orang mencegahmu untuk

Meminum air ini, berapa yang akan kau keluarkan unruk membeli air ini?”

Flarun menjawab, “Akan saya beli dengan separuh kerajaanku.”

As-Sammak berkata, “Minumlah semoga Allah memberi kenikmaran

Untukmu!”

Tatkala F{arun telah selesai minum As-Sammak berkata, “Saya ber-

Tanya kepadamu andaikata air itu tidak bisa keluar dari perutmu, dengan

Har gaberapa kau akan membayarnya ? “

Harun menjawab, “Dengan semua kerajaanku!”

As-Sammak berkata, “Jika harga kerajaanmu harganya sama dengan

Seteguk air dan sekali buang air kecil, sudah sepanrasnya oranB-orang

Tidak memperebutkannya ! “

Mendengar perkataan ini Harun menangis. (Tarikh khulafa, As Suyuti)



Harun Ar Rasyid, khalifah yang menjaga hadis

 Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu'Aliyyah dia berkata, "Harun

Ar-Rasyid menangkap seorang zindiq,lalu dia memerintahkan agar orang

itu dipenggal kepalanya.Zindiqitu berkata kepadanya, "Mengapa kau akan

penggal kepalaku?"

Harun berkata, "IJntuk membuat manusia tenang dari tindakan-

tindakanmu. Dimanakah posisimu dari seribu hadits yang kau palsukan atas

nama Rasulullah, padahal Rasulullah tidak pernah mengatakan satu huruf

pun dari apa yang kamu ucapkan? Dimana kedudukanmu wahai musuh

 Allah, jika dibandingkan dengan Abu Ishaq lyl-Fazaridan Abdullah bin Al-

Mubarak yang menyeleksi hadits dan menyeleksinya huruf perhuruf lalu

meriwayatkannya kepada manusia. " (Tarikh Khulafa, Imam As Suyuti)

Minggu, 05 Juli 2026

The History of Zamzam Well

The Zamzam well has existed since the time of Prophet Ishmael. After his passing, the Zamzam well was buried and covered by soil. Then came the era of Abdul Muttalib (the grandfather of Prophet Muhammad ﷺ). One day, he dreamed of someone approaching him while he was sleeping next to the Kaaba, near the Black Stone. He was commanded to dig the Zamzam well. At that time, the Quraysh people knew about the story of the well that had existed since the time of Prophet Ishmael, but they did not know its location. After waking up from his dream,

Ahlussunnah wal Jama'ah, siapakah mereka?

Hari ini ketika kita menyebut kata atau menisbatkan seseorang atau suatu kelompok dengan penamaan Islam atau umat Islam, tentu kata tersebut akan menimbulkan pertanyaan lanjutan, yaitu Islam yang mana? atau Islam seperti apa yang dia yakini? Hal ini menggambarkan sebuah realita bahwa Islam itu sendiri telah bermetamorfosis menjadi sekian banyak macamnya dan kelompok sempalannya. Ditengah-tengah masyarakat sendiri kita bisa melihat dan menyaksikan bahwa Islam memiliki berbagai macam versi, ada yang qunut ketika subuh dan ada yang tidak. Ada yang meyakini bahwa Allah ada di atas langit, dan ada juga yang berkeyakinan bahwa Allah ada di mana-mana. Ada yang berpendapat bahwa Alqur'an adalah makhluk, dan ada juga yang menolak keyakinan tersebut. Itulah kenyataan yang terjadi hari ini di tengah-tengah umatnya, hal tentu akan membuat sebagian orang yang baru mempelajari Islam akan kebingungan, Islam yang manakah yang harus mereka ikuti dan yakini.

Sabtu, 13 Juni 2026

Rela berpura-pura menjadi pengemis demi ilmu

 Dahulu ada masa dimana orang-orang begitu memuliakan ilmu dan orang yang berilmu, sehingga mereka rela untuk mengorbankan apapun demi meraihnya. Begitu pula yang dilakukan oleh seorang yang bernama Baqi Abdurahman bin Ahmad, yang hidup di masa fitnah terhadap ulama yang berpegang teguh kepada ajaran Islam yang benar seperti menggenggam bara api. Kisahnya sendiri ditulis oleh Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A'lam an Nubala (13/292-294). Cucu Baqi Abdurrahman bin Ahmad mengatakan, "Aku pernah mendengar ayahku bercerita, " Suatu waktu ayah melakukan perjalanan dari Mekah menuju Bagdad. tujuan utamanya adalah agar bisa bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Ayah berkata, "ketika sudah dekat dengan Bagdad, aku mendapatkan berita tentang ujian (yang menimpa Imam Ahmad). Kabarnya juga beliau dicekal (dilarang untuk bermajlis). Aku sangat sedih." Ketika telah tiba di kota Bagdad dia pun meminta ditunjukan rumah Imam Ahmad, lalu dia mendatangi rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya. Beliau pun keluar rumah, lalu aku berkata, " Wahai Abu Abdillah, aku adalah lelaki asing yang jauh rumahnya. Ini adalah kali pertama aku berkunjung ke negeri ini. Aku adalah seseorang yang mempelajari hadis. Tujuanku pergi ke negeri ini tidak lain adalah untuk bertemu dengan tuan."

Senin, 27 April 2026

قصة غريبة لقاضٍ حلّ ثلاث قضايا صعبة

تَتَناوَلُ هَذِهِ الْقِصَّةُ الَّتِي دارَتْ أَحْداثُها فِي الْعَصْرِ الذَّهَبِيِّ لِلْخِلافَةِ الْعَبّاسِيَّةِ فِي بَغْدادَ الْفَرْقَ الْجَوْهَرِيَّ بَيْنَ قاضِيَيْنِ؛ أَحَدُهُما اشْتَهَرَ بِالْحِكْمَةِ وَالْعَدْلِ، وَالْآخَرُ بِالظُّلْمِ وَالْجَوْرِ. قَرَّرَ الْخَلِيفَةُ التَّنَكُّرَ فِي زِيِّ تاجِرٍ لِيَتَحَقَّقَ بِنَفْسِهِ مِنْ أَحْوالِ الْقَضاءِ.

الْقاضِي الظّالِمُ: شَهِدَ الْخَلِيفَةُ كَيْفَ كانَ هَذا الْقاضِي يَحْكُمُ عَلَى النّاسِ بِغَطْرَسَةٍ، حَيْثُ سَجَنَ ثَلاثَةَ شَبابٍ أَبْرِياءَ رَغْمَ شَهادَةِ الْعُلَماءِ وَالتُّجّارِ بِبَراءَتِهِمْ، مِمّا أَثارَ غَضَبَ الْخَلِيفَةِ.

رِحْلَةُ الْقاضِي الْعادِلِ: فِي طَرِيقِهِ إِلى الْقاضِي الْحَكِيمِ، واجَهَ الْخَلِيفَةُ ثَلاثَ قَضايا مُعَقَّدَةً:

  1. نِزاعٌ عَلَى حِصانٍ: ادَّعَى فَقِيرٌ أَعْرَجُ أَنَّ حِصانَ الْخَلِيفَةِ مِلْكٌ لَهُ.
  2. قَضِيَّةُ بائِعِ الْحَلِيبِ: خِلافٌ بَيْنَ بائِعٍ وَمُشْتَرٍ عَلَى مِلْكِيَّةِ نُقُودٍ.
  3. قَضِيَّةُ الْجارِيَةِ: ادِّعاءٌ مُتَبادَلٌ بَيْنَ عالِمٍ وَفَلّاحٍ بِمِلْكِيَّةِ جارِيَةٍ.

حَلُّ الْقَضايا بِالْحِكْمَةِ: تَمَكَّنَ الْقاضِي الْحَكِيمُ مِنْ حَلِّ الْقَضايا بِفَضْلِ ذَكائِهِ وَقُوَّةِ مُلاحَظَتِهِ:

  • فِي قَضِيَّةِ الْحِصانِ: لاحَظَ الْقاضِي تَفاعُلَ الْحِصانِ مَعَ صاحِبِهِ الْحَقِيقِيِّ، حَيْثُ أَظْهَرَ الْحِصانُ الْمَوَدَّةَ تُجاهَ الْخَلِيفَةِ وَرَفَضَ الْفَقِيرَ.
  • فِي قَضِيَّةِ بائِعِ الْحَلِيبِ: وَضَعَ الْقاضِي النُّقُودَ فِي الْماءِ، وَبِظُهُورِ أَثَرِ الْحَلِيبِ عَلَيْها تَأَكَّدَ أَنَّ النُّقُودَ مِلْكٌ لِلْبائِعِ.
  • فِي قَضِيَّةِ الْجارِيَةِ: اخْتَبَرَ الْقاضِي مَهارَةَ الْجارِيَةِ فِي التَّعامُلِ مَعَ أَدَواتِ الْكِتابَةِ، فَدَلَّتْ دِقَّتُها عَلَى أَنَّها نَشَأَتْ فِي بَيْتِ عالِمٍ.

الْخاتِمَةُ: بَعْدَ انْكِشافِ الْحَقِيقَةِ، كَشَفَ الْخَلِيفَةُ عَنْ هُوِيَّتِهِ، وَعَزَلَ الْقاضِيَ الظّالِمَ، وَأَطْلَقَ سَراحَ الْأَبْرِياءِ، وَكَرَّمَ الْقاضِيَ الْعادِلَ لِيَكُونَ مَنارَةً لِلْعَدْلِ فِي دَوْلَتِهِ.

Khalifah dan hakim yang bijaksana dan dhalim

Cerita ini berlatar di masa kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, di mana terdapat dua hakim dengan reputasi yang bertolak belakang. Satu hakim dikenal sangat bijaksana dan adil, sementara hakim lainnya dikenal kejam dan sering memihak kepada pihak yang kuat. Penasaran dengan perbedaan nyata di antara keduanya, Khalifah memutuskan untuk menyamar sebagai seorang pedagang agar bisa menyelidiki langsung cara kerja masing-masing hakim.

Kekuasaan yang seharga segelas air minum

 Diceritakan bahwa As-Sammak menemui Ar-Rasyid. Pada saat itu Harun meminta air minum. Pelayannya datang membawa segelas air. Tatkala Harun ...