The Zamzam well has existed since the time of Prophet Ishmael. After his passing, the Zamzam well was buried and covered by soil. Then came the era of Abdul Muttalib (the grandfather of Prophet Muhammad ﷺ). One day, he dreamed of someone approaching him while he was sleeping next to the Kaaba, near the Black Stone. He was commanded to dig the Zamzam well. At that time, the Quraysh people knew about the story of the well that had existed since the time of Prophet Ishmael, but they did not know its location. After waking up from his dream,
Minggu, 05 Juli 2026
Ahlussunnah wal Jama'ah, siapakah mereka?
Hari ini ketika kita menyebut kata atau menisbatkan seseorang atau suatu kelompok dengan penamaan Islam atau umat Islam, tentu kata tersebut akan menimbulkan pertanyaan lanjutan, yaitu Islam yang mana? atau Islam seperti apa yang dia yakini? Hal ini menggambarkan sebuah realita bahwa Islam itu sendiri telah bermetamorfosis menjadi sekian banyak macamnya dan kelompok sempalannya. Ditengah-tengah masyarakat sendiri kita bisa melihat dan menyaksikan bahwa Islam memiliki berbagai macam versi, ada yang qunut ketika subuh dan ada yang tidak. Ada yang meyakini bahwa Allah ada di atas langit, dan ada juga yang berkeyakinan bahwa Allah ada di mana-mana. Ada yang berpendapat bahwa Alqur'an adalah makhluk, dan ada juga yang menolak keyakinan tersebut. Itulah kenyataan yang terjadi hari ini di tengah-tengah umatnya, hal tentu akan membuat sebagian orang yang baru mempelajari Islam akan kebingungan, Islam yang manakah yang harus mereka ikuti dan yakini.
Sabtu, 13 Juni 2026
Rela berpura-pura menjadi pengemis demi ilmu
Dahulu ada masa dimana orang-orang begitu memuliakan ilmu dan orang yang berilmu, sehingga mereka rela untuk mengorbankan apapun demi meraihnya. Begitu pula yang dilakukan oleh seorang yang bernama Baqi Abdurahman bin Ahmad, yang hidup di masa fitnah terhadap ulama yang berpegang teguh kepada ajaran Islam yang benar seperti menggenggam bara api. Kisahnya sendiri ditulis oleh Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A'lam an Nubala (13/292-294). Cucu Baqi Abdurrahman bin Ahmad mengatakan, "Aku pernah mendengar ayahku bercerita, " Suatu waktu ayah melakukan perjalanan dari Mekah menuju Bagdad. tujuan utamanya adalah agar bisa bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Ayah berkata, "ketika sudah dekat dengan Bagdad, aku mendapatkan berita tentang ujian (yang menimpa Imam Ahmad). Kabarnya juga beliau dicekal (dilarang untuk bermajlis). Aku sangat sedih." Ketika telah tiba di kota Bagdad dia pun meminta ditunjukan rumah Imam Ahmad, lalu dia mendatangi rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya. Beliau pun keluar rumah, lalu aku berkata, " Wahai Abu Abdillah, aku adalah lelaki asing yang jauh rumahnya. Ini adalah kali pertama aku berkunjung ke negeri ini. Aku adalah seseorang yang mempelajari hadis. Tujuanku pergi ke negeri ini tidak lain adalah untuk bertemu dengan tuan."
Senin, 27 April 2026
قصة غريبة لقاضٍ حلّ ثلاث قضايا صعبة
تَتَناوَلُ هَذِهِ الْقِصَّةُ الَّتِي دارَتْ أَحْداثُها فِي الْعَصْرِ الذَّهَبِيِّ لِلْخِلافَةِ الْعَبّاسِيَّةِ فِي بَغْدادَ الْفَرْقَ الْجَوْهَرِيَّ بَيْنَ قاضِيَيْنِ؛ أَحَدُهُما اشْتَهَرَ بِالْحِكْمَةِ وَالْعَدْلِ، وَالْآخَرُ بِالظُّلْمِ وَالْجَوْرِ. قَرَّرَ الْخَلِيفَةُ التَّنَكُّرَ فِي زِيِّ تاجِرٍ لِيَتَحَقَّقَ بِنَفْسِهِ مِنْ أَحْوالِ الْقَضاءِ.
الْقاضِي الظّالِمُ: شَهِدَ الْخَلِيفَةُ كَيْفَ كانَ هَذا الْقاضِي يَحْكُمُ عَلَى النّاسِ بِغَطْرَسَةٍ، حَيْثُ سَجَنَ ثَلاثَةَ شَبابٍ أَبْرِياءَ رَغْمَ شَهادَةِ الْعُلَماءِ وَالتُّجّارِ بِبَراءَتِهِمْ، مِمّا أَثارَ غَضَبَ الْخَلِيفَةِ.
رِحْلَةُ الْقاضِي الْعادِلِ: فِي طَرِيقِهِ إِلى الْقاضِي الْحَكِيمِ، واجَهَ الْخَلِيفَةُ ثَلاثَ قَضايا مُعَقَّدَةً:
- نِزاعٌ عَلَى حِصانٍ: ادَّعَى فَقِيرٌ أَعْرَجُ أَنَّ حِصانَ الْخَلِيفَةِ مِلْكٌ لَهُ.
- قَضِيَّةُ بائِعِ الْحَلِيبِ: خِلافٌ بَيْنَ بائِعٍ وَمُشْتَرٍ عَلَى مِلْكِيَّةِ نُقُودٍ.
- قَضِيَّةُ الْجارِيَةِ: ادِّعاءٌ مُتَبادَلٌ بَيْنَ عالِمٍ وَفَلّاحٍ بِمِلْكِيَّةِ جارِيَةٍ.
حَلُّ الْقَضايا بِالْحِكْمَةِ: تَمَكَّنَ الْقاضِي الْحَكِيمُ مِنْ حَلِّ الْقَضايا بِفَضْلِ ذَكائِهِ وَقُوَّةِ مُلاحَظَتِهِ:
- فِي قَضِيَّةِ الْحِصانِ: لاحَظَ الْقاضِي تَفاعُلَ الْحِصانِ مَعَ صاحِبِهِ الْحَقِيقِيِّ، حَيْثُ أَظْهَرَ الْحِصانُ الْمَوَدَّةَ تُجاهَ الْخَلِيفَةِ وَرَفَضَ الْفَقِيرَ.
- فِي قَضِيَّةِ بائِعِ الْحَلِيبِ: وَضَعَ الْقاضِي النُّقُودَ فِي الْماءِ، وَبِظُهُورِ أَثَرِ الْحَلِيبِ عَلَيْها تَأَكَّدَ أَنَّ النُّقُودَ مِلْكٌ لِلْبائِعِ.
- فِي قَضِيَّةِ الْجارِيَةِ: اخْتَبَرَ الْقاضِي مَهارَةَ الْجارِيَةِ فِي التَّعامُلِ مَعَ أَدَواتِ الْكِتابَةِ، فَدَلَّتْ دِقَّتُها عَلَى أَنَّها نَشَأَتْ فِي بَيْتِ عالِمٍ.
الْخاتِمَةُ: بَعْدَ انْكِشافِ الْحَقِيقَةِ، كَشَفَ الْخَلِيفَةُ عَنْ هُوِيَّتِهِ، وَعَزَلَ الْقاضِيَ الظّالِمَ، وَأَطْلَقَ سَراحَ الْأَبْرِياءِ، وَكَرَّمَ الْقاضِيَ الْعادِلَ لِيَكُونَ مَنارَةً لِلْعَدْلِ فِي دَوْلَتِهِ.
Khalifah dan hakim yang bijaksana dan dhalim
Cerita ini berlatar di masa kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, di mana terdapat dua hakim dengan reputasi yang bertolak belakang. Satu hakim dikenal sangat bijaksana dan adil, sementara hakim lainnya dikenal kejam dan sering memihak kepada pihak yang kuat. Penasaran dengan perbedaan nyata di antara keduanya, Khalifah memutuskan untuk menyamar sebagai seorang pedagang agar bisa menyelidiki langsung cara kerja masing-masing hakim.
Senin, 20 April 2026
KAROMAH UMAR BIN KHATTAB
Dari Ibnu Umar berkata: “Umar mengirimkan pasukan yang disebut Sariyah, suatu hari ketika Umar sedang berkhutbah, tiba-tiba dia berteriak, “Wahai Sariyah, naiklah ke gunung!” dia mengulangi perkataan itu dua atau tiga kali. Hal ini membuat semua orang yang sedang mendengar khutbahnya merasa heran. Beberapa hari kemudian datanglah utusan dari pasukan, lalu Umar bertanya tentang kondisi pasukannya, lalu utusan itu berkata, “Wahai Amirul mu’minin, kami hampir dikalahkan, tiba-tiba kami mendengar suara teriakan yang berkata, “Wahai Sariyah, naiklah ke gunung!” sebanyak tiga kali, lalu kami mengikuti seruan itu, dan Allah pun mengalahkan musuh kami.”
Rabu, 04 Maret 2026
Kumpulan Dalil Tentang Puasa Ramadhan
DALIL-DALIL TENTANG PUASA RAMADHAN
A.
Dari Al Qur’an
1.
QS. Al Baqarah: 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
2.
QS Al Baqarah: 184
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا
اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ
يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ
خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
The History of Zamzam Well
The Zamzam well has existed since the time of Prophet Ishmael. After his passing, the Zamzam well was buried and covered by soil. Then came ...











