Cari Blog Ini

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, Allah pahamkan terhadap agamanya

Ilmu itu sebelum perkataan dan perbuatan

Senin, 19 Oktober 2026

PERANG MU'TAH, ANTARA LOGIKA DAN KEIMANAN

Setelah peristiwa fathu Makah, Rasulullah SAW lebih gencar lagi dalam mendakwahi orang-orang yang berada di sekitar jazirah arab dengan mengirimkan utusannya. Dan diantara pemimpin yang dikirimkan utusan adalah penguasa Bushra dimana Rasul SAW mengutus Al Haris bin Umair al Azdi. Akan tetapi dia dihadang di tengah jalan oleh Syurahbil bin Amr al Ghassani, pemimpin wilayah Balqa, lalu Al Haris pun dibawa kehadapan kaisar Roma, dan dia pun memenggal kepala al Haris.

Minggu, 20 September 2026

Berburu Harta Warisan Nabi

Para Nabi Alllah adalah manusia pilihan yang diutus untuk membawa misi yang sangat mulia, yaitu menyampaikan risalah kepada umat manusia agar mereka hanya beribadah kepada Allah semata.

Minggu, 23 Agustus 2026

ISRA MI'RAJ, Peristiwa yang Memisahkan Orang Beriman dan Tidak

Setelah peristiwa pengepungan Bani Hasyim oleh kaum Quraisy dari tahun ketujuh sampai sepuluh kenabian, ternyata ujian bagi Nabi Muhammad SAW belumlah berakhir. Setelah itu dua orang yang selama ini menjadi sandaran da'wah Islam, yang senantiasa membantu dan juga menguatkan langkah kakinya, harus meninggalkannya. Yang pertama adalah paman beliau, yaitu Abu Thalib, laki-laki yang sejak kecil setelah ditinggalkan kakeknya tercinta yaitu Abdul Muthallib, senantiasa menanggung hidupnya, dan merawatnya hingga dewasa.

Kamis, 20 Agustus 2026

HADIS BITOQOH

 عَنْ عَبْد اللَّهِ بْن عَمْرِو بْنِ العَاصِ، قال: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِنَّ اللَّهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الخَلَائِقِ يَوْمَ القِيَامَةِ فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مِثْلُ مَدِّ البَصَرِ، ثُمَّ يَقُولُ: أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا؟ أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الحَافِظُونَ؟ فَيَقُولُ: لَا يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: أَفَلَكَ عُذْرٌ؟ فَيَقُولُ: لَا يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً، فَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ اليَوْمَ، فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيهَا: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فَيَقُولُ: احْضُرْ وَزْنَكَ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ مَا هَذِهِ البِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ، فَقَالَ: إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ، قَالَ: فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كَفَّةٍ وَالبِطَاقَةُ فِي كَفَّةٍ، فَطَاشَتِ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتِ البِطَاقَةُ، فَلَا يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللَّهِ شَيْءٌ)، وقال الترمذي: روى الترمذي (2639)، وابن ماجه (4300)، والإمام أحمد في "المسند" (11 / 570 — 571)وقال الترمذي:" هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Dari Abdullah Amr ibnu As berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:
Sesungguhnya Allah akan memilih satu orang laki-laki dari umatku di hadapan para makhluk pada hari kiamat. Maka dihamparkan padanya 99 kitab yang besar. Setiap kitab besar itu sejauh mata memandang.

Kemudian Allah berfirman: ‘Apakah engkau mengingkari catatan ini? Apakah Malaikat pencatat amal mendzhalimi engkau?’
Orang itu berkata: ‘Tidak wahai Tuhanku.’
Allah bertanya: ‘Apakah engkau memiliki udzur?’
Orang itu berkata: ‘Tidak wahai Tuhanku.’
Allah berfirman: ‘Ya. Bahkan engkau memiliki satu kebaikan di sisi Kami. Sesungguhnya engkau tidak dizhalimi pada hari ini.’ Kemudian keluarlah satu kartu kecil di dalamnya terdapat ‘Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa Rosuuluh.’
Kemudian Allah berfirman: ‘Hadirilah penimbangan (amalmu)’.
Orang itu berkata: ‘Wahai Tuhanku, apa arti satu kartu kecil ini dibandingkan kitab-kitab besar itu.’
Allah berfirman: ‘Engkau tidak akan didzhalimi.’ Kemudian diletakkan kitab-kitab besar di satu sisi (timbangan) dan kartu kecil di sisi (timbangan) yang lain. Ternyata kitab-kitab besar itu ringan dan kartu kecil itu berat (bobotnya). (HR. at Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dishahihkan Ibn Hibban dan al-Albany).

Senin, 17 Agustus 2026

Kekuasaan yang seharga segelas air minum

 Diceritakan bahwa As-Sammak menemui Ar-Rasyid. Pada saat itu

Harun meminta air minum. Pelayannya datang membawa segelas air. Tatkala

Harun mengangkat gelas untuk diminum, As-Sammak berkata, “Tahanlah

Wahai Amirul Mukminin, andaikata orang-orang mencegahmu untuk

Meminum air ini, berapa yang akan kau keluarkan unruk membeli air ini?”

Flarun menjawab, “Akan saya beli dengan separuh kerajaanku.”

As-Sammak berkata, “Minumlah semoga Allah memberi kenikmaran

Untukmu!”

Tatkala F{arun telah selesai minum As-Sammak berkata, “Saya ber-

Tanya kepadamu andaikata air itu tidak bisa keluar dari perutmu, dengan

Har gaberapa kau akan membayarnya ? “

Harun menjawab, “Dengan semua kerajaanku!”

As-Sammak berkata, “Jika harga kerajaanmu harganya sama dengan

Seteguk air dan sekali buang air kecil, sudah sepanrasnya oranB-orang

Tidak memperebutkannya ! “

Mendengar perkataan ini Harun menangis. (Tarikh khulafa, As Suyuti)



Harun Ar Rasyid, khalifah yang menjaga hadis

 Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu'Aliyyah dia berkata, "Harun

Ar-Rasyid menangkap seorang zindiq,lalu dia memerintahkan agar orang

itu dipenggal kepalanya.Zindiqitu berkata kepadanya, "Mengapa kau akan

penggal kepalaku?"

Harun berkata, "IJntuk membuat manusia tenang dari tindakan-

tindakanmu. Dimanakah posisimu dari seribu hadits yang kau palsukan atas

nama Rasulullah, padahal Rasulullah tidak pernah mengatakan satu huruf

pun dari apa yang kamu ucapkan? Dimana kedudukanmu wahai musuh

 Allah, jika dibandingkan dengan Abu Ishaq lyl-Fazaridan Abdullah bin Al-

Mubarak yang menyeleksi hadits dan menyeleksinya huruf perhuruf lalu

meriwayatkannya kepada manusia. " (Tarikh Khulafa, Imam As Suyuti)

Minggu, 05 Juli 2026

The History of Zamzam Well

The Zamzam well has existed since the time of Prophet Ishmael. After his passing, the Zamzam well was buried and covered by soil. Then came the era of Abdul Muttalib (the grandfather of Prophet Muhammad ﷺ). One day, he dreamed of someone approaching him while he was sleeping next to the Kaaba, near the Black Stone. He was commanded to dig the Zamzam well. At that time, the Quraysh people knew about the story of the well that had existed since the time of Prophet Ishmael, but they did not know its location. After waking up from his dream,

PERANG MU'TAH, ANTARA LOGIKA DAN KEIMANAN

Setelah peristiwa fathu Makah, Rasulullah SAW lebih gencar lagi dalam mendakwahi orang-orang yang berada di sekitar jazirah arab dengan meng...