Cari Blog Ini

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 13 Juni 2026

Rela berpura-pura menjadi pengemis demi ilmu

 Dahulu ada masa dimana orang-orang begitu memuliakan ilmu dan orang yang berilmu, sehingga mereka rela untuk mengorbankan apapun demi meraihnya. Begitu pula yang dilakukan oleh seorang yang bernama Baqi Abdurahman bin Ahmad, yang hidup di masa fitnah terhadap ulama yang berpegang teguh kepada ajaran Islam yang benar seperti menggenggam bara api. Kisahnya sendiri ditulis oleh Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A'lam an Nubala (13/292-294). Cucu Baqi Abdurrahman bin Ahmad mengatakan, "Aku pernah mendengar ayahku bercerita, " Suatu waktu ayah melakukan perjalanan dari Mekah menuju Bagdad. tujuan utamanya adalah agar bisa bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Ayah berkata, "ketika sudah dekat dengan Bagdad, aku mendapatkan berita tentang ujian (yang menimpa Imam Ahmad). Kabarnya juga beliau dicekal (dilarang untuk bermajlis). Aku sangat sedih." Ketika telah tiba di kota Bagdad dia pun meminta ditunjukan rumah Imam Ahmad, lalu dia mendatangi rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya. Beliau pun keluar rumah, lalu aku berkata, " Wahai Abu Abdillah, aku adalah lelaki asing yang jauh rumahnya. Ini adalah kali pertama aku berkunjung ke negeri ini. Aku adalah seseorang yang mempelajari hadis. Tujuanku pergi ke negeri ini tidak lain adalah untuk bertemu dengan tuan."

Senin, 27 April 2026

قصة غريبة لقاضٍ حلّ ثلاث قضايا صعبة

تَتَناوَلُ هَذِهِ الْقِصَّةُ الَّتِي دارَتْ أَحْداثُها فِي الْعَصْرِ الذَّهَبِيِّ لِلْخِلافَةِ الْعَبّاسِيَّةِ فِي بَغْدادَ الْفَرْقَ الْجَوْهَرِيَّ بَيْنَ قاضِيَيْنِ؛ أَحَدُهُما اشْتَهَرَ بِالْحِكْمَةِ وَالْعَدْلِ، وَالْآخَرُ بِالظُّلْمِ وَالْجَوْرِ. قَرَّرَ الْخَلِيفَةُ التَّنَكُّرَ فِي زِيِّ تاجِرٍ لِيَتَحَقَّقَ بِنَفْسِهِ مِنْ أَحْوالِ الْقَضاءِ.

الْقاضِي الظّالِمُ: شَهِدَ الْخَلِيفَةُ كَيْفَ كانَ هَذا الْقاضِي يَحْكُمُ عَلَى النّاسِ بِغَطْرَسَةٍ، حَيْثُ سَجَنَ ثَلاثَةَ شَبابٍ أَبْرِياءَ رَغْمَ شَهادَةِ الْعُلَماءِ وَالتُّجّارِ بِبَراءَتِهِمْ، مِمّا أَثارَ غَضَبَ الْخَلِيفَةِ.

رِحْلَةُ الْقاضِي الْعادِلِ: فِي طَرِيقِهِ إِلى الْقاضِي الْحَكِيمِ، واجَهَ الْخَلِيفَةُ ثَلاثَ قَضايا مُعَقَّدَةً:

  1. نِزاعٌ عَلَى حِصانٍ: ادَّعَى فَقِيرٌ أَعْرَجُ أَنَّ حِصانَ الْخَلِيفَةِ مِلْكٌ لَهُ.
  2. قَضِيَّةُ بائِعِ الْحَلِيبِ: خِلافٌ بَيْنَ بائِعٍ وَمُشْتَرٍ عَلَى مِلْكِيَّةِ نُقُودٍ.
  3. قَضِيَّةُ الْجارِيَةِ: ادِّعاءٌ مُتَبادَلٌ بَيْنَ عالِمٍ وَفَلّاحٍ بِمِلْكِيَّةِ جارِيَةٍ.

حَلُّ الْقَضايا بِالْحِكْمَةِ: تَمَكَّنَ الْقاضِي الْحَكِيمُ مِنْ حَلِّ الْقَضايا بِفَضْلِ ذَكائِهِ وَقُوَّةِ مُلاحَظَتِهِ:

  • فِي قَضِيَّةِ الْحِصانِ: لاحَظَ الْقاضِي تَفاعُلَ الْحِصانِ مَعَ صاحِبِهِ الْحَقِيقِيِّ، حَيْثُ أَظْهَرَ الْحِصانُ الْمَوَدَّةَ تُجاهَ الْخَلِيفَةِ وَرَفَضَ الْفَقِيرَ.
  • فِي قَضِيَّةِ بائِعِ الْحَلِيبِ: وَضَعَ الْقاضِي النُّقُودَ فِي الْماءِ، وَبِظُهُورِ أَثَرِ الْحَلِيبِ عَلَيْها تَأَكَّدَ أَنَّ النُّقُودَ مِلْكٌ لِلْبائِعِ.
  • فِي قَضِيَّةِ الْجارِيَةِ: اخْتَبَرَ الْقاضِي مَهارَةَ الْجارِيَةِ فِي التَّعامُلِ مَعَ أَدَواتِ الْكِتابَةِ، فَدَلَّتْ دِقَّتُها عَلَى أَنَّها نَشَأَتْ فِي بَيْتِ عالِمٍ.

الْخاتِمَةُ: بَعْدَ انْكِشافِ الْحَقِيقَةِ، كَشَفَ الْخَلِيفَةُ عَنْ هُوِيَّتِهِ، وَعَزَلَ الْقاضِيَ الظّالِمَ، وَأَطْلَقَ سَراحَ الْأَبْرِياءِ، وَكَرَّمَ الْقاضِيَ الْعادِلَ لِيَكُونَ مَنارَةً لِلْعَدْلِ فِي دَوْلَتِهِ.

Khalifah dan hakim yang bijaksana dan dhalim

Cerita ini berlatar di masa kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, di mana terdapat dua hakim dengan reputasi yang bertolak belakang. Satu hakim dikenal sangat bijaksana dan adil, sementara hakim lainnya dikenal kejam dan sering memihak kepada pihak yang kuat. Penasaran dengan perbedaan nyata di antara keduanya, Khalifah memutuskan untuk menyamar sebagai seorang pedagang agar bisa menyelidiki langsung cara kerja masing-masing hakim.

Senin, 20 April 2026

KAROMAH UMAR BIN KHATTAB

Dari Ibnu Umar berkata: “Umar mengirimkan pasukan yang disebut Sariyah, suatu hari ketika Umar sedang berkhutbah, tiba-tiba dia berteriak, “Wahai Sariyah, naiklah ke gunung!” dia mengulangi perkataan itu dua atau tiga kali. Hal ini membuat semua orang yang sedang mendengar khutbahnya merasa heran. Beberapa hari kemudian datanglah utusan dari pasukan, lalu Umar bertanya tentang kondisi pasukannya, lalu utusan itu berkata, “Wahai Amirul mu’minin, kami hampir dikalahkan, tiba-tiba kami mendengar suara teriakan yang berkata, “Wahai Sariyah, naiklah ke gunung!” sebanyak tiga kali, lalu kami mengikuti seruan itu, dan Allah pun mengalahkan musuh kami.”

Rabu, 04 Maret 2026

Kumpulan Dalil Tentang Puasa Ramadhan

DALIL-DALIL TENTANG PUASA RAMADHAN

A.     Dari Al Qur’an

1.        QS. Al Baqarah: 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

2.        QS Al Baqarah: 184

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Kamis, 19 Februari 2026

Khutbah Jum'at: Mendulang Pahala di bulan Ramadan

Segala puji bagi Allah Jalla jalaaluhu, yang telah melimpahkan berjuta-juta kenikmatan kepada kita semua, yang dengannya kita bisa menjalankan segala aktivitas sehari-hari, terlebih lagi nikmat iman dan Islam, yang menjadikan semua nikmat duniawi terasa begitu sempurna. Shalawat serta salam semoga terlimpahcurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menyampaikan risalah Allah dan menunaikan amanah-Nya dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada sesuatupun yang membawa kebaikan bagi umatnya luput darinya, dan juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya yang mengikuti ajarannya dengan baik.

Hadirin jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah

Minggu, 11 Januari 2026

SEJARAH BAITUL MAQDIS

Dari Penaklukan Islam hingga Realitas Kontemporer

Pendahuluan

Baitul Maqdis—yang dikenal juga sebagai Al-Quds atau Jerusalem—merupakan salah satu kota paling tua dan paling diperebutkan dalam sejarah manusia. Kota ini memiliki kedudukan sakral bagi tiga agama samawi: Islam, Kristen, dan Yahudi. Dalam Islam, Baitul Maqdis menempati posisi istimewa sebagai kiblat pertama, tempat Isra’ Mi’raj, serta tanah para nabi. Sejak ditaklukkan oleh kaum Muslimin pada abad ke-7 M, kota ini mengalami pergantian kekuasaan yang panjang dan penuh dinamika hingga hari ini.

Rela berpura-pura menjadi pengemis demi ilmu

 Dahulu ada masa dimana orang-orang begitu memuliakan ilmu dan orang yang berilmu, sehingga mereka rela untuk mengorbankan apapun demi merai...