Cari Blog Ini

Kamis, 09 Oktober 2025

SIFAT JUJUR, JALAN MENUJU SURGA

Sebagai seorang muslim, wajib bagi kita untuk senantiasa beriman dan mencintai Rasulullah, yaitu dengan mengikuti setiap ajarannya, baik dalam hal aqidah, ibadah, muamalah, dan juga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Karena tidak ada sesuatu pun yang itu bisa mendatangkan kebaikan bagi seseorang baik di dunia maupun diakhiratnya kecuali telah beliau ajarkan, sebagaimana yang Rasulullah sampaikan:

مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ اْلجَنَّةِ وَ يُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ

 “Tidaklah tinggal sesuatupun yang dapat mendekatkan kalian ke surga dan menjauhkan kalian dari neraka, melainkan sungguh-sungguh telah dijelaskan kepada kalian”. [HR ath-Thabraniy di dalam al-Kabir dan Ahmad: V/ 153, 162 tanpa kalimat kedua. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: hadits ini sanadnya shahih]

Demikianlah kesempurnaan agama Islam yang tidak akan didapatkan dalam agama selainnya, maka kalau seandainya umat ini ingin kembali meraih kemuliaan, tidak ada jalan lain kecuali harus berpegang teguh terhadap ajarannya dengan sempurna. Dan diantara ajaran Rasulullah yang harus diperhatikan dan penting untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah kejujuran. Jujur adalah kesesuaian antara ucapan dengan kenyataan, jujur juga bisa bermakna kesesuaian antara ucapan dengan perbuatan, atau kesesuaian antara apa yang terlihat secara dzahirnya dengan apa yang ada di dalam batinnya. Kejujuran hari ini telah menjadi barang yang langka. Padahal kejujuran adalah salah satu asas yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Karena tidaklah suatu kaum senantiasa berada diatas kejujuran kecuali mereka akan senantiasa berada dalam kebaikan, bukankah permasalahan yang menimpa bangsa ini salah satunya adalah karena hilangnya sifat jujur dari para pemimpin yang mengemban amanah? Jika kejujuran hilang, maka amanah pun akan hilang, dan khianatlah yang akan menggantikannya, sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Bakar As-Shiddiq dalam khutbahnya dihari pertamanya menjadi khalifah  : 

"Kejujuran adalah amanah dan kedustaan adalah khianat."

Orang yang jujur, dia akan berusaha mengemban amanah dengan baik, tapi orang yang suka berdusta, dia akan mengkhianati amanah yang diberikan kepadanya. 

Shaddad bin Aws meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya hal pertama yang akan hilang dari agamamu adalah amanah. ”

Padahal Rasulullah telah memberikan teladan kepada kita dengan sebaik-baik keteladanan dalam sifat jujur, sehingga ketika beliau diutus sekalipun, kaum quraisy telah memberikan gelar al amin yang artinya orang yang dapat dipercaya. Karena tidak sedikit pun keluar dari lisannya perkataan dusta. Bahkan ada satu peristiwa yang menggambarkan bagaimana kepercayaan orang quraisy terhadapnya, sehingga ketika beliau mengumpulkan kaumnya di bukit sofa, lalu beliau mengatakan "wahai kaumku bagaimana kalau seandainya aku kabarkan kepada kalian bahwa dibalik bukit ini ada pasukan yang akan menyerang kalian, apakah kalian akan mempercayainya? maka kaumnya menjawab, "Tentu saja kami percaya, karena kami tidak pernah mendapatimu mengatakan perkataan dusta." 

kejujuran akan membawa ketenangan bagi orang yang mengamalkannya, sebaliknya kebohongan hanya akan membawa kegelisahan, dan membuat hidupnya jauh dari kebahagiaan. Dan kejujuran akan senantiasa membawa kebaikan, sebagaimana apa yanng disampaikan oleh Rasulullah :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).” (H.R. Bukhari, Muslim)

 

 

  

 


0 comments:

Posting Komentar

SEJARAH BAITUL MAQDIS

Dari Penaklukan Islam hingga Realitas Kontemporer Pendahuluan Baitul Maqdis—yang dikenal juga sebagai Al-Quds atau Jerusalem—merupakan s...