Hari ini ketika kita menyebut kata atau menisbatkan seseorang atau suatu kelompok dengan penamaan Islam atau umat Islam, tentu kata tersebut akan menimbulkan pertanyaan lanjutan, yaitu Islam yang mana? atau Islam seperti apa yang dia yakini? Hal ini menggambarkan sebuah realita bahwa Islam itu sendiri telah bermetamorfosis menjadi sekian banyak macamnya dan kelompok sempalannya. Ditengah-tengah masyarakat sendiri kita bisa melihat dan menyaksikan bahwa Islam memiliki berbagai macam versi, ada yang qunut ketika subuh dan ada yang tidak. Ada yang meyakini bahwa Allah ada di atas langit, dan ada juga yang berkeyakinan bahwa Allah ada di mana-mana. Ada yang berpendapat bahwa Alqur'an adalah makhluk, dan ada juga yang menolak keyakinan tersebut. Itulah kenyataan yang terjadi hari ini di tengah-tengah umatnya, hal tentu akan membuat sebagian orang yang baru mempelajari Islam akan kebingungan, Islam yang manakah yang harus mereka ikuti dan yakini.
Satu sisi, hal ini telah disampaikan empat belas abad yang lalu oleh Rasulullah SAW, dimana beliau telah menyebutkan bahwa umatnya suatu saat nanti akan terpecah menjadi 73 golongan, sebagaimana agama Yahudi dan Nasarani juga telah terpecah belah menjadi beberapa golongan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Auf bin Malik ra, :
عَنْ عَوْفِ بْنِ
مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
افْتَرَقَتْ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي
الْجَنَّةِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتْ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ
وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي
الْجَنَّةِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِي عَلَى
ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ
فِي النَّارِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ قَالَ الْجَمَاعَةُ
“dari 'Auf bin Malik dia berkata: "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang-orang Yahudi akan terpecah
menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan akan masuk surga dan yang
tujuh puluh golongan akan masuk neraka. Dan orang-orang Nashrani terpecah
menjadi tujuh puluh dua golongan, yang tujuh puluh satu golongan masuk neraka
dan yang satu golongan akan masuk surga. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada
ditangan-Nya, sungguh ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan,
yang satu golongan masuk surga dan yang tujuh puluh dua golongan akan masuk
neraka." Lalu beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, siapakah mereka
(yang masuk surga)?" beliau menjawab: "Yaitu Al Jama'ah." (HR. Ibnu Majah, kitab fitan)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan dalam majmu fatawanya, "Hadis tersebut shahih masyhur dalam kitab-kitab sunan dan masanid, seperti dalam sunan Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasai" (Majmu Fatwa III/345).
Yang menarik adalah dari sekian banyak kelompok yang ada, hanya satu yang akan masuk surga, siapakah dia? Dan sisanya yang akan masuk neraka, apakah mereka akan kekal didalamnya atau tidak?
Sepertinya cukuplah kalau seandainya kita menyebutkan ciri-ciri orang yang selamat tersebut, karena dengan menyebutkan ciri-ciri yang selamat, tentu kita bisa mengidentifikasi dan mengatakan bahwa yang menyelisihinya adalah orang yang celaka (masuk neraka).
Dari hadis di atas kita bisa melihat bahwa Rasulullah telah menyebutkan siapa kelompok yang selamat itu ketika Beliau ditanya "Siapakah mereka?", maka beliau menjawab, "Al Jama'ah". Al Jama'ah secara bahasa berarti kelompok, bersatu, lawan dari kata berpecah belah.
Sementara dalam hadis lain, beliau menjelaskan lebih rinci lagi ciri-ciri mereka dengan menyebutkan, "Maa ana 'alaihi wa ashabihi"
ليأتينَّ على أمَّتي ما أتى على بني إسرائيل حَذوَ النَّعلِ
بالنَّعلِ ، حتَّى إن كانَ مِنهم من أتى أُمَّهُ علانيَةً لَكانَ في أمَّتي من
يصنعُ ذلِكَ ، وإنَّ بَني إسرائيل تفرَّقت على ثِنتينِ وسبعينَ ملَّةً ، وتفترقُ
أمَّتي على ثلاثٍ وسبعينَ ملَّةً ، كلُّهم في النَّارِ إلَّا ملَّةً واحِدةً ،
قالوا : مَن هيَ يا رسولَ اللَّهِ ؟ قالَ : ما أَنا علَيهِ وأَصحابي.
"Pasti akan datang kepada umatku apa yang telah menimpa Bani Israil sama persis (bagaikan sejajarnya sandal dengan sandal). Sampai-sampai jika di antara mereka ada orang yang menyetubuhi ibu kandungnya secara terang-terangan, niscaya akan ada pula di antara umatku yang melakukan hal itu. Dan sesungguhnya Bani Israil telah terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, sedangkan umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk neraka, kecuali satu golongan saja." Para sahabat bertanya: "Siapakah mereka wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Yaitu golongan yang mengikuti apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya hari ini (berpegang teguh pada ajaranku dan para sahabatku)" (HR. Tirmidzi No. 2641, Thabrani no. 14646, Al Hakim no. 444)
Dari keterangan beliau SAW bisa kita simpulkan bahwa golongan yang selamat adalah orang yang berakidah dan beramal berdasarkan Alqur'an dan As Sunnah sesuai pemahaman generasi sahabat. Mereka yang meniti jalan sebagaimana jalan yang ditempuh oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, dan berpegang teguh terhadapnya, yang berhak untuk disebut Ahlussunnah wal Jama'ah meskipun dia hidup sendirian ditengah-tengah manusia yang menyelisihinya.







0 comments:
Posting Komentar