The Zamzam well has existed since the time of Prophet Ishmael. After his passing, the Zamzam well was buried and covered by soil. Then came the era of Abdul Muttalib (the grandfather of Prophet Muhammad ﷺ). One day, he dreamed of someone approaching him while he was sleeping next to the Kaaba, near the Black Stone. He was commanded to dig the Zamzam well. At that time, the Quraysh people knew about the story of the well that had existed since the time of Prophet Ishmael, but they did not know its location. After waking up from his dream,
Minggu, 05 Juli 2026
Ahlussunnah wal Jama'ah, siapakah mereka?
Hari ini ketika kita menyebut kata atau menisbatkan seseorang atau suatu kelompok dengan penamaan Islam atau umat Islam, tentu kata tersebut akan menimbulkan pertanyaan lanjutan, yaitu Islam yang mana? atau Islam seperti apa yang dia yakini? Hal ini menggambarkan sebuah realita bahwa Islam itu sendiri telah bermetamorfosis menjadi sekian banyak macamnya dan kelompok sempalannya. Ditengah-tengah masyarakat sendiri kita bisa melihat dan menyaksikan bahwa Islam memiliki berbagai macam versi, ada yang qunut ketika subuh dan ada yang tidak. Ada yang meyakini bahwa Allah ada di atas langit, dan ada juga yang berkeyakinan bahwa Allah ada di mana-mana. Ada yang berpendapat bahwa Alqur'an adalah makhluk, dan ada juga yang menolak keyakinan tersebut. Itulah kenyataan yang terjadi hari ini di tengah-tengah umatnya, hal tentu akan membuat sebagian orang yang baru mempelajari Islam akan kebingungan, Islam yang manakah yang harus mereka ikuti dan yakini.
The History of Zamzam Well
The Zamzam well has existed since the time of Prophet Ishmael. After his passing, the Zamzam well was buried and covered by soil. Then came ...











